Minggu, 07 Oktober 2018

Mau berwisata ke pasar Papringan, datanglah sepagi mungkin.

     Penasaran dengan pasar Papringan di Temanggung? Yuk simak perjalanan saya kesana.  Pasar Papringan yang arti katanya Pring berarti bambu terletak di Dusun Ngadiprono, Ngadimulyo , Kedu, Temanggung ini  menyita perhatian banyak orang.  Yah, tak hanya dari penduduk sekitar  tetapi dari luar Temanggung. Termasuk juga menyita perhatian saya. Apalagi pasar ini hanya dibuka berdasar pasaran jawa yakni Minggu Wage dan Minggu Pon. Semakin penasaranlah saya😊
Cek kalender jika ingin berkunjung
     Karena jarak tempuh dari Yogyakarta ke lokasi sekitar 2 jam, akhirnya jam 6 pagi berangkat. Pasar di buka jam 06.00-12.00WIB. Masih ada kesempatan jika sampai lokasi sekitar jam 8 pagi. Saya berangkat dengan bus pariwisata bersama ibu dan kedua anak saya serta rombongan kampung Pringgomukti. Waktu tempuh sudah dilewati , tetapi ketika hampir sampai di tempat tujuan.....olalalaaa macet melanda....(qiqiqi bukan karena ada Komo lewat😂😂). Ternyata sepanjang jalan menuju lokasi, sudah banyak orang yang datang dan banyak kendaraan memadati jalan sehingga bus kami tidak bisa masuk ke lokasi.
Kemacetan menuju lokasi pasar Papringan
     Akhirnya kami dan rombongan memutuskan untuk jalan kaki menuju pasar, lumayan lah masuknya masih dengan jarak 1,6km. Untung saja kedua anak saya bersemangat untuk jalan. Kurang lebih 30 menit sampailah ke lokasi pasar
Lokasi pasar yang penuh
    Sangat disayangkan, produk -produk yang dijual sudah habis padahal baru jam 9 pagi. Sedikit kecewa , apalagi niat saya juga untuk mengenalkan anak-anak jajanan dan produk-produk tradisional bahkan yang mendekati primitif di tempat ini. Semoga lain waktu  dapat datang lagi lebih pagi.
Jenangnya habis😣
     Baiklah tidak apa-apa, masih ada beberapa produk yang bisa kami beli walaupun sering kami beli di Yogyakarta😀 Jagung bakar dan kopi. Untuk melegakan anak-anak , saya segera menukar uang dengan alat tukar yang berlaku di tempat penukaran yang sudah disediakan. Sembari menunggu saya menukar uang, ibu dan anak-anak antri di stand jagung bakar karena antriannya panjang sekali.
Wow antriannyaa
     Salah satu keunikan di pasar ini adalah alat tukarnya berbentuk kepingan bambu. 1 kepingan bernilai 2000 rupiah. Jika ingin menukar lebih baik sedikit demi sedikit karena kepingan tersebut tidak bisa ditukar kembali.
Baguslah, saya masih dapat menjelaskan ke anak-anak nilai tukar yang berlaku dan menunjukkan kepingan-kepingan bambu ke mereka sambil belajar matematika sesaat😊
Alat tukar
     Oh ya, disini juga ada pertunjukan tari, permainan tradisional bahkan ada tukang cukur loh. Disediakan juga bilik menyusui dan tempat bermain anak. Nuansa tradisonal para penjual dengan berbalut pakaian daerah. Rindangnya pohon bambu yang membuat hawa sejuk di lokasi tersebut. Merasa kembali ke jaman dulu. 
Cukur yuk
Jungkat-jungkit
   Itulah sepenggal pengalaman saya berwisata ke pasar Papringan. Nah, yang ikutan penasaran...atur jadwal yuk, dan JANGAN LUPA DATANG LEBIH PAGI agar tidak kecewa.










  

















9 komentar:

  1. Mb nur bikin vlog buat anak anak ajaaaa, kan pada suka jalan tuh, pasti seruuu

    http://www.innaistantina.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh tuh mb Inna idenya, makasih..
      Anak-anak pada punya akun tapi cuma video2 aja tanpa poles ..buat nunut nyimpan aja..hahahahah

      Hapus
  2. seruuuuu hihi, jadi kepengen nyoba ke pasar papringan. Saya baru tau dan kayanya seru banget tuh, bisa buat sekalian jalan-jalan sekeluarga, terima kasih infonya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb Epi, berasa kembali ke jaman dulu.
      Seru mb,
      Makasih ya mb

      Hapus
  3. Mba nurrr kerennn.. Mau ke pasar aja sampai ke temanggung segala 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha demi mb..demi cari pasar yang lagi viral wkwkwkwk😁
      Makasih sudah mampir di blog sayaaa

      Hapus
  4. Balasan
    1. Iya..asyikkk banget mb..sampai dibelain pergi kesana nih.
      Makasih sudah mampir di blog saya

      Hapus
  5. Seruu bgt ni kyknya... smg bisa k sana suatu saat...

    BalasHapus