Minggu, 21 Oktober 2018

Kenali janur kuning sebagai simbol tradisi di Indonesia, kamu wajib tahu ya Dears.



akcdn.detik.net.id
Dears, tahukan bahwa Indonesia kaya akan tradisi yang masih dilestarikan dan dijaga hingga saat ini termasuk tradisi pemakaian janur kuning. Sebenarnya tidak ada yang tahu persis kapan janur kuning itu dipakai, siapa yang pertama kali membuat. Yah, semua  akan kembali pada sejarah bahwa janur kuning merupakan warisan budaya Hindu yang dulu pernah menjadi ajaran atau agama sebagian masyarakat Indonesia sebelum Islam masuk ke wilayah Indonesia. Janur kuning dipakai sebagai tanda jika ada sebuah acara resmi atau perayaan di suatu daerah. 
Makna dari janur kuning itu sendiri diambil dari bahasa Jawa adalah Sejatine Ning Nur yang artinya bahwa untuk mencapai hasil yang baik harus dengan cahaya ilahi , hati dan jiwa yang jernih.

Yuk dears, mau tahu tradisi apa saja?  Berikut ulasannya :
1. Tradisi di pulau Jawa
    Janur kuning juga dianggap sebagai simbol kebahagiaan dibuat dengan berbagai bentuk dan fungsi seperti dalam tradisi perkawinan janur dirangkai menjadi kembang mayang, gagar mayang juga umbul-umbul.
Umbul-umbul (foto:pinterest)
Terlepas dari tradisi perkawinan, janur kuning juga dibuat menjadi ketupat seperti pada perayaan Idul Fitri. Salah satunya di Kabupaten Kudus terdapat tradisi 'Kupatan’ Bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat, atas keberhasilan melaksanakan puasa sunnah selama enam hari, dari tanggal 2 - 7 Syawal. Seminggu selepas hari raya Idul Fitri, dimana nantinya akan ada kenduri lepet yang lantas disantap bersama oleh masyarakat.
m.merdeka.com
2. Tradisi di Pulau Bali
    Pada saat hari raya Galungan di Bali banyak ditemukan dekorasi unik berupa tiang bambu yang dihiasi janur dan hiasan lainnya,  namanya ‘Penjor’. Hiasan yang terdapat di Penjor bisa seperti padi, kelapa, jagung, jajanan ataupun barang-barang  (secarik kain) dan uang. Penjor ini diletakkan  di sepanjang jalan raya. Penjor adalah penghormatan kepada Sang Hyang Widhi, oleh sebab itu janganlah penjor itu dibuat hanya sebagai hiasan semata-mata. Masyarakat Desa Tegallalang (Gianyar) juga memakai Penjor di acara Ngerebeg. Tradisi  Ngerebeg ini dilakukan secara turun menurun oleh warga tersebut bertujuan untuk memohon keselamatan seluruh umat.
Perayaan Galungan di Desa Penglipuran
(Foto: water-sport-bali.com)

Tradis Ngerebeg di Tegallalang,Ubud
(bali-travelnews.com) 


3. Tradisi di Pulau Sulawesi 
    Tradisi menangkap ikan dengan menggunakan janur bisa ditemukan di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara yaitu Mane’e. Tradisi yang unik ini sudah beratus tahun lamanya dan masih tetap terjaga hingga sekarang. Biasanya dilakukan pada bulan antara Mei dan Juni. Para orang tua adat yang melakukannya, mereka turun ke tepi pantai untuk mengail ikan dengan menggunakan janur serta akar kayu. Dalam pelaksanaan Mane’e, ikan -ikan tersebut digiring ke sebuah kolam di dekat pantai. Setelah ikan-ikan tersebut masuk ke kolam tersebut, semua warga masyarakat diizinkan menangkapnya dengan tangan. Dilarang menggunakan alat apa pun untuk menangkap ikan, hanya boleh dengan tangan kosong. Hasil tangkapan itu kemudian bisa dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah masing- masing.
                                                         
               
Youtube.com
4. Tradisi di Pulau NTB
    Janur dibuat menjadi ketupat, seperti di Kudus, Jawa Tengah. Setelah hari raya Idul Fitri, tepatnya seminggu sesudah lebaran masyarakat Lombok mengadakan tradisi Lebaran Topat yaitu untuk merayakan berakhirnya puasa Syawal. Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun sejak jaman nenek moyang dan sangat kental dengan nilai-nilai adat, budaya dan agama. Dalam lebaran Topat, ketupat yang dijadikan menu utama merupakan simbol bahwa semua orang mengaku salah.
republika.co.id
Demikian beberapa tradisi di Indonesia dengan menggunakan janur kuning yang masih terjaga hingga saat ini. 


24 komentar:

  1. Wah, saya taunya yang di Jawa dan Bali aja, nih. Khas banget dipake pas nikahan dan ketupat lebaran ya. Yang di Bali juga, gitu. Sering liat dan baca ada upacara pake janur kuning gitu. Nice info, Mbak :)

    BalasHapus
  2. Baru tahu kalau ada artinyabknp dipake pas nikahan.

    Nice artikel mbak

    BalasHapus
  3. Di sini banyak janur kuning, karena pohon kelapa masih banyak

    BalasHapus
  4. di daerahku masih familiar banget janur kuning ini untuk berbagai keperluan

    BalasHapus
  5. Saya dulu suka banget mainan janur. Dibuat ketupat,burung,kipas,dll. Hihihi...jadi rindu masa lalu

    BalasHapus
  6. Indonesia ky dg seni budaya. Perlu dlestarikan spy tidak diakui bgs lain atau punah.

    BalasHapus
  7. Baru tau kalau janur bisa dipakai untuk nangkap ikan juga, nice info

    BalasHapus
  8. Oalahhh... baru tahu klo janur kuning artinya "sejatine ning nur" ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mmmmm..Jowo kui mb Tiwi wkwkwkwk😃..ada namaku kan...ehm ehm

      Hapus
  9. Nice info, Mba. Thank you for sharing

    BalasHapus
  10. Di tempatku sekarang kalau ada orang nikahan, janurnya gak sebanyak Dan sebagus jaman dulu. Jaman dulu itu, hiasan janur bagus2 banget bentuknya. Sekarang kayaknya ngebentuknya ala kadarnya gitu.

    BalasHapus
  11. Banyak banget ternyata...Indonesia memang kaya akan budayanya :)

    Sedikit catatan, judulnya diawali huruf besar, Mbak :D *minta digetok ngeritik mulu hihi..kabuuur

    BalasHapus
  12. Ternyata tradisi janur bukan cuma di pulau Jawa ya. Memang harus terus dilestarikan supaya nggak hilang dan untuk ngasih kerjaan buat tukang jual daun kelapa sama tukang merangkai kaburnya.

    BalasHapus