Navigation Menu

featured Slider

Pesona Alun-alun Selatan di pagi hari, tak kalah menggoda dengan malam hari

Beringin kembar
     Bagi kamu yang suka traveling ke Yogyakarta, pasti tak asing lagi dengan Alun-alun Selatan kan?Yang  lebih dikenal dengan Alun-alun Kidul (Alkid). Lahan luas yang berada di belakang atau sebelah selatan Keraton Yogyakarta ini dulunya merupakan sasana latihan ketangkasan untuk para prajurit keraton. 

Suasana pagi hari 
      Saat ini Alun-alun Kidul  menjadi sebuah daya tarik  bagi masyarakat. Berbagai macam kegiatan dapat dijumpai di tempat ini. Pagi hingga malam hari, Alkid menjelma menjadi sebuah tempat yang sayang untuk dilewati. Alun-alun Kidul di pagi hari tidak kalah menggoda dengan malam hari. Khususnya di Minggu pagi dipakai untuk lapangan jogging. Banyak orang berdatangan ke tempat ini.


Jogging bareng
     Menurut sejarah bagian belakang keraton ini menjadi seperti bagian depan karena  Keraton Yogyakarta, dan laut Selatan Pulau Jawa jika ditarik dalam satu garis akan membentuk satu garis lurus. Nah agar posisi Keraton Yogyakarta tidak seperti membelakangi laut Selatan, maka dibangunlah Alun-alun Selatan. Di tempat ini terdapat 2 pohon beringin kembar untuk laku Masangin. Tradisi yang masih dilakukan sampai sekarang, konon dahulu jika dapat melintasi pohon beringin kembar dengan mata tertutup maka dapat menolak bala.

     Pastinya seru ya kalau bisa jogging bareng teman. Oh ya ada juga kegiatan senam sehat diringi dengan musik yang asyik. Tak jarang, ada pula senam relaksasi untuk bapak – ibu atau orang tua usia lanjut. Bisa terlihat para ibu-ibu mengasuh anaknya  yang masih kecil. Anak-anak kecil berlarian kesana kesini. 
Pedagang mainan 
      Eitssss ternyata di hari biasa ada orang jogging juga loh. Anak-anak sekolahpun menggunakan tempat tersebut untuk tempat berolahraga. Mereka  bisa bebas leluasa menggerakan tubuh mereka.


Putar-putar cari sarapan
     Suasana Alun-alun Kidul kian hari bertambah ramai. Cocok  bagi yang ingin mencari tempat tongkrongan  bersama teman-teman sambil sarapan pagi. Melepas sejenak rutinitas pagi dengan ngobrol asyik tentang kehidupan. 
Nongkrong sambil sarapan di tenda biru๐Ÿ˜Ž
     Tidak hanya itu, bahkan sekarang bisa kita jumpai banyak pedagang mulai menjajakan dagangannya seperti makanan, minuman juga mainan anak-anak. Para pedagang kaki lima yang sudah siap membuka lapaknya. Ada lontong opor, nasi kuning, nasi pecel, nasi gudeg, bubur ayam, nasi brongkos. Tinggal pilih apa yang ingin dimakan. Memang asyik nongkrong cantik disini. 
Mak-mak kumpul berburu sarapan


Tumbuhan belimbing wuluh, cegah lonjakan gula darah penderita diabetes.



     Belimbing wuluh atau juga belimbing sayur (averrhoa bilimbi) adalah sejenis pohon kecil yang buahnya memiliki rasa asam diperkirakan berasal dari Maluku. Pohon ini dikembangbiakan dan tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, Srilanka. Banyak manfaat yang di dapat dari tumbuhan tersebut. Tidak hanya buahnya saja, daun belimbing wuluh juga sangat bermanfaat. Nutrisi yang terdapat pada tumbuhan ini sangat dibutuhkan tubuh seperti energi, protein, lemak, karbohidrat. Bahkan terdapat beberapa vitamin yaitu vit A, B, dan C.
    Salah satu manfaat dari tumbuhan belimbing wuluh adalah untuk penyakit diabetes. Memang penyakit ini tidak akan bisa disembuhkan. Namun setidaknya penderita diabetes bisa mencegah komplikasi dan tidak mudah terkena lonjakan gula darah yang berbahaya. 
Penyakit diabetes yang lebih dikenal penyakit gula disebabkan oleh kelainan reaksi kimia dalam penggunaan  karbohidrat, lemak dan protein dari makanan  karena kekurangan insulin.
Ada beberapa faktor penyebab diabetes :
1. Faktor ginetik
2. Gaya hidup tidak sehat
3. Tingginya kadar kolesterol
4. Banyak konsumsi soda
Wikipedia
  Maka untuk mencegah komplikasi, baiknya mencoba mengkonsumsi belimbing wuluh. Caranya dengan rutin meminum air seduhan daun ataupun buahnya setiap 2 kali sehari. Di minum pagi dan malam hari. Jika ingin lebih mudah, buah belimbing wuluh bisa juga dimakan langsung. Jangan terlalu berlebihan mengkonsumsinya, akan dapat menyebabkan gangguan pada lambung.
Berikut salah satu cara mengolah belimbing wuluh yang sederhana bagi penderita diabetes : 

  1. Siapkan 6 buah belimbing wuluh yang tua
  2. Cuci bersih
  3. Lumatkan buah hingga halus
  4. Rebus dengan air segelas hingga menjadi setengah gelas
  5. Angkat dan didinginkan , lalu saring
  6. Segera diminum


Semoga tulisan ini bermanfaat..
Salam sehat.







Bisa training bareng Estrilook Community, sesuatu yang menyenangkan.


Pexels.com
     Pernah dengar tentang sesuatu hal bahwa belajar di usia tua sama seperti melukis diatas air. Yaaappp sulit, dengan tumpukan tanggung jawab rumah tangga yang membuat hari-hari menjadi sibuk. Tapi buat saya itu tidak masalah, kita bisa atur waktu selagi ada niat. Right?๐Ÿ˜‰
Apalagi sekarang ada internet, bisa belajar online dimana dan kapanpun.
Belajar tidak pernah mengenal usia, jangan pernah malu untuk memulai yaa.

     Nah, di artikel ini saya ingin mereview sedikit tentang  pembelajaran online yang saya ikutin 3 hari berturut-turut di FB grup Estrilook Community tentang training blog untuk pemula yang dimentori oleh salah satu penulis buku antologi "Perempuan Pemetik Cahaya" Steffie Budi Fauziah.


     Training hari pertama yang di berikan mudah dipahami. Mentor memberikan penjelasan-penjelasan secara step by step tentang apa itu blog, manfaat blog, fungsi blog, platform blog yang gratis sampai dengan hak cipta ketika kita menulis blog. Eitsss ada tutorial membuat blog juga nih dari mentor.

     Lanjut hari kedua, dapat tugas dari sang mentor ..huuffff tapi saya belum bisa mengerjakan pada malam itu. Maaf kan mak mentor๐Ÿ™
Kesempatan belajar lagi baru bisa di hari ketiga itupun masih belajar setengahnya ...hahhaha efek mak-mak nih ketiduran karena kecapean..

     Di hari ketiga belajar TLD tentang Top Level Domain. Wow bertambah ilmu lagi nih, ketambahan di hari yang sama juga  dapat ilmu gratis tentang template blog (sekarang belum saya praktekan ๐Ÿ˜Š) .
Suka-suka, bisa utak utik blog nih biar cantik. Dan juga sangat menyenangkan bisa belajar bareng-bareng.
Cukup disini dulu yaaa review dari saya.















Akankah hujan segera datang, inilah penjelasan dari BMKG.

Pexel.com
    Dalam prakiraan cuaca di bulan ini, Indonesia akan memasuki musim hujan. Musim yang di tunggu-tunggu setelah kita melalui musim panas. Suhu akhir-akhir ini mencapai 32 derajat celcius di beberapa wilayah seperti di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
     Menurut Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko Fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada pada bulan-bulan puncak musim kemarau.
     Kondisi yang terjadi saat ini menurutnya masih dapat dikatakan normal karena memang untuk wilayah pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan akan hadir tiga bulan terakhir pada tahun 2018.
Saat dihubungi Kompas.com pada Senin (8/10/2018), Hary menuturkan, pancaroba telah berlangsung pada bulan September.
Untuk sekarang, pengumpulan awan hujan memungkinkan terjadinya hujan disertai kilat dan petir walaupun masih belum sering. 


Illustrasi(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
   Untuk wilayah yang belum mendapatkan hujan, ia menghimbau untuk bersabar karena dipastikan hujan tetap akan datang. Untuk kasus tahun ini, Hary menegaskan sejauh ini El Nino masih dalam kategori normal dan lemah. Artinya, fenomena itu belum bisa memberi pengaruh yang signifikan dalam mengubah curah hujan di Indonesia.

Mari menunggu hujan dan bersabarlah.

๐Ÿ”ธ️Sumber : kompas.com






Mau berwisata ke pasar Papringan, datanglah sepagi mungkin.

     Penasaran dengan pasar Papringan di Temanggung? Yuk simak perjalanan saya kesana.  Pasar Papringan yang arti katanya Pring berarti bambu terletak di Dusun Ngadiprono, Ngadimulyo , Kedu, Temanggung ini  menyita perhatian banyak orang.  Yah, tak hanya dari penduduk sekitar  tetapi dari luar Temanggung. Termasuk juga menyita perhatian saya. Apalagi pasar ini hanya dibuka berdasar pasaran jawa yakni Minggu Wage dan Minggu Pon. Semakin penasaranlah saya๐Ÿ˜Š
Cek kalender jika ingin berkunjung
     Karena jarak tempuh dari Yogyakarta ke lokasi sekitar 2 jam, akhirnya jam 6 pagi berangkat. Pasar di buka jam 06.00-12.00WIB. Masih ada kesempatan jika sampai lokasi sekitar jam 8 pagi. Saya berangkat dengan bus pariwisata bersama ibu dan kedua anak saya serta rombongan kampung Pringgomukti. Waktu tempuh sudah dilewati , tetapi ketika hampir sampai di tempat tujuan.....olalalaaa macet melanda....(qiqiqi bukan karena ada Komo lewat๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚). Ternyata sepanjang jalan menuju lokasi, sudah banyak orang yang datang dan banyak kendaraan memadati jalan sehingga bus kami tidak bisa masuk ke lokasi.
Kemacetan menuju lokasi pasar Papringan
     Akhirnya kami dan rombongan memutuskan untuk jalan kaki menuju pasar, lumayan lah masuknya masih dengan jarak 1,6km. Untung saja kedua anak saya bersemangat untuk jalan. Kurang lebih 30 menit sampailah ke lokasi pasar
Lokasi pasar yang penuh
    Sangat disayangkan, produk -produk yang dijual sudah habis padahal baru jam 9 pagi. Sedikit kecewa , apalagi niat saya juga untuk mengenalkan anak-anak jajanan dan produk-produk tradisional bahkan yang mendekati primitif di tempat ini. Semoga lain waktu  dapat datang lagi lebih pagi.
Jenangnya habis๐Ÿ˜ฃ
     Baiklah tidak apa-apa, masih ada beberapa produk yang bisa kami beli walaupun sering kami beli di Yogyakarta๐Ÿ˜€ Jagung bakar dan kopi. Untuk melegakan anak-anak , saya segera menukar uang dengan alat tukar yang berlaku di tempat penukaran yang sudah disediakan. Sembari menunggu saya menukar uang, ibu dan anak-anak antri di stand jagung bakar karena antriannya panjang sekali.
Wow antriannyaa
     Salah satu keunikan di pasar ini adalah alat tukarnya berbentuk kepingan bambu. 1 kepingan bernilai 2000 rupiah. Jika ingin menukar lebih baik sedikit demi sedikit karena kepingan tersebut tidak bisa ditukar kembali.
Baguslah, saya masih dapat menjelaskan ke anak-anak nilai tukar yang berlaku dan menunjukkan kepingan-kepingan bambu ke mereka sambil belajar matematika sesaat๐Ÿ˜Š
Alat tukar
     Oh ya, disini juga ada pertunjukan tari, permainan tradisional bahkan ada tukang cukur loh. Disediakan juga bilik menyusui dan tempat bermain anak. Nuansa tradisonal para penjual dengan berbalut pakaian daerah. Rindangnya pohon bambu yang membuat hawa sejuk di lokasi tersebut. Merasa kembali ke jaman dulu. 
Cukur yuk
Jungkat-jungkit
   Itulah sepenggal pengalaman saya berwisata ke pasar Papringan. Nah, yang ikutan penasaran...atur jadwal yuk, dan JANGAN LUPA DATANG LEBIH PAGI agar tidak kecewa.